| DESA PARIANGAN DI TANAH DATAR | |
Adalah desa tertua di Minangkabau, dimana berasalnya nenek moyang orang Minangkabau, terletak dilereng Gunung Merapi ditepi jalan raya Padang Panjang - Batusangkar. Di desa ini dapat dilihat keaslian bentuk desa adat yang mencerminkan kehidupan sosial Minangkabau seperti Balairung, mesjid, Rumah adat, Lumbung padi yang merupakan unsur pokok dari suatu kelompok sosial orang Minangkabau. Terdapat pemandian air panas, dan beberapa peninggalan sejarah seoperti batu basurek, kuburan panjang yang menurut ceritanya adalah kuburan Dt. Tantejo Gurhano arsitek Rumah Adat Minangkabau. | |
| PADEPOKAN BARONGSAI | |
| PEMANDIAN DEWI KUAN YIN | |
Tidak hanya itu, selain bisa beribadah dan mandi, disini juga kita bisa minum air sumur alami, bersih, jernih dan segar yang mempunyai khasiat. Melalui tangan Bapak Hermanto Wijaya, SE alias Liang Huei Shiung, semua problema bisa diselesaikan di tempat Ibadah Taman Bunga Teratai Dewi Kuan Yin. Uniknya, tempat ini bukanlah pengobatan alternatif, maupun ahli paramedis namun ini adalah sebuah keajaiban alam dan bukti Kebesaran Sang Maha Pencipta. Selain daripada itu Taman Bunga Teratai mempunyai misi perdamaian dimana akan berdirinya bendera dari berbagai negara yang merupakan simbol perdamaian dunia. Adapun misi tersebut dituangkan dalam simbol “Ike Ti Chiu Ike cia thing, One Earth One Family, Satu Bumi Satu Keluarga”. Disitu dapat kita jumpai wisma khusus didirikan untuk para pengunjung yang perlu menginap untuk peribadatan dan ketenangan jiwa. Bangunan dengan nuansa hijau menambah sejuknya suasana. Tempat Ibadah Taman Bunga Terai Dewi Kuan Yin akan membawa anda berlayar menikmati keindahan alam, merasakan kejaiban alam dan menyaksikan kebesaran Tuhan. | |
| PHAK KAK LIANG | |
Yang tak kalah menariknya dari kawasan ini adalah pengunjung dapat menyaksikan ikan air tawar yang besar-besar bermunculan dari permukaan air, apabila wisatawan memberikan sekedar makanan ikan yang telah disediakan oleh penjaga setempat dan menurut cerita bahwa ikan-ikan tersebut tidak boleh dipancing atau dimakan. | |
| KAMPUNG BASILAM | |
Sumber : Navigasi Net Alamat Desa Basilam Kecamatan Padang Tualang Sumatera Utara | |
| DESA ADAT PENGLIPURAN | |
Sumber : Navigasi Net | |
| PENINGGALAN KERAJAAN PELALAWAN | |
Bukan hanya itu, di kawasan wisata ini juga terdapat peninggalan kerajaan yang berupa Mesjid tua. Di belakang mesjid terdapat makam raja yang pernah memerintah dan sejumlah meriam kuno. Lokasi Kabupaten Pelalawan Riau | |
| PUSAT BUDAYA PETALANGAN | |
Lokasi Kabupaten Pelalawan Riau | |
| ISTANA KERAJAAN ROKAN | |
Lokasi Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Riau | |
| PANDAI SIKEK | |
Daerah ini dikenal sebagai penghasil kerajinan ukiran kayu dan tenunan kain songket. Mutu dan Motif kain songket daerah sini sudah terkenal bukan hanya i dalam negeri melainkan ke luar negeri. Di tiap rumah, mereka masih memiliki alat tenun yang masih tradisional. | |
Arsip untukAgustus, 2007
Live in Palembang
Sekarang anda bisa melihat Palembang secara live dengan 7 camera dari berbagai sudut hingga tempat-tempat strategis dapat di monitor secara langsung dari mana saja anda berada dengan kualitas yang cukup memadai, anda yang berada di luar Palembang, ke kangenan anda terhadap kota ini mungkin sedikit terobati, terima kasih Pemkot Palembang beserta jajarannya.
Mau coba lihat yok klik :
Palembang City
Live Camera Streaming
Pakis Emas
Ada yang menyebut pakis monyet, pakis hanoman dan ada juga menyebut pakis emas, konon tanaman ini hanya ada di sekitar Palembang, tanaman ini akhir-akhir ini banyak dijual di Palembang. Harga tidak terlalu mahal antara 40 sampai 70 ribu rupiah perpot.
Martabak HAR
Makanan ini berasal dari India dan ternyata di Indonesia populernya hanya di Palembang HAR singkatan dari Haji Abdul Rozak merupakan pendiri pertama makanan ini, jika anda mencoba pada awalnya mungkin anda masih bertanya-tanya masakan apa ini, tapi setelah berulang kali anda akan baru tahu enaknya makan ini, paling enak jika berbuka puasa atau untuk sarapan pagi. Jangan heran jika anda mampir kesini ruangan makan ditempat ini tidak pernah kosong oleh pengunjung, bahkan kalau menjelang buka puasa malah ada yang rela mengantri diluar sambil menunggu orang selesai makan. Pokoknya enak banget…., jangan lupa kalau ke Palembang sebutlah martabak HAR
Empek-empek Martabak
Masih asing di dengar oleh orang luar Palembang, makanan ini sejenis martabak yang menggunakan kuah cuka empek-empek, ini makan kegemaran istri saya yang selalu dipesan kalau saya ke mini market dekat situ, posisi penjual ini ada di depan Univ. Muhammadiyah Palembang, makanan ini dijual sore hingga malam hari, harganya Rp. 4500 perbuah, makanan ini dibuat dengan isi kentang, wortel, daun bawang, dll diaduk dengan telur kemudian dibungkus dengan adonan gandum yang kalis.